Sabtu, 29 November 2008

10 Bisnis Rumahan yang Menjanjikan

1. Rental Mobil
Kalau Anda mau mulai usaha rental mobil, dana awal yang dibutuhkan memang cukup besar, sekitar 30 juta rupiah yang digunakan untuk membayar uang muka cicilan mobil. Namun, pasar penyewa mobil pun masih sangat terbuka, sehingga mendapatkan order 4 penyewa dalam sepekan untuk menutup biaya plus mendapatkan untung, adalah target yang cukup realistis.
Setelah mobil dilunasi pada tahun ketiga, mobil bisa dijual untuk dipakai lagi mencicil 2 mobil baru. Saat mobil semakin banyak, Anda perlu menambah budget operasional dengan komponen biaya iklan (sekitar 500 ribu per bulan) dan biaya surveyor.

2. Terima Jahitan
Ternyata tak mesti pandai menjahit bila ingin punya usaha terima jahitan. Ini dialami sendiri oleh Bapak Royih pemilik usaha jahit Roy Mode Cirendeu, Pondok Cabe, yang sudah memiliki usaha sejak 1993. Tapi tentu lebih baik bila Anda tahu teori menjahitnya agar tetap bisa mensupervisi pekerjaan para karyawan.
Bila tempat usaha Anda di pinggir jalan, Anda tinggal pasang plang atau menyebar brosur. Tetapi tak usah kecil hati bila rumah Anda ada di pojok terpencil. Yang penting Anda mau banyak bersilaturahmi mendatangi kenalan dan kerabat untuk mencari pelanggan, termasuk rajin mendatangi perkantoran atau sekolah-sekolah.

3. Salon Kecantikan
Menyadari bahwa setiap wanita pastilah ingin tampil cantik, memiliki usaha salon kecantikan tentu menjanjikan penghasilan lumayan. Sebagai pengusaha pemula, tak perlu berpikir susah dalam membuka salon. Cukup sediakan pelayanan standar seperti potong rambut, facial, creambath dan lulur, bila dilengkapi dengan kenyamanan dan keramahan akan membuat pelanggan datang satu demi satu.

4. Warung Makan
Warung makan memang bisnis yang tak pernah sepi. Siapa sih orang yang tak butuh makan? Para bujangan yang belum berkeluarga, mengandalkan warung makan untuk kebutuhan sehari-hari. Mereka yang sudah berkeluarga juga membutuhkan kepraktisan hidangan. Apalagi bila tempat usaha berada dekat pabrik, sekolah atau perkantoran. Jam-jam makan siang dan malam, warung makan hampir dapat dipastikan selalu padat pengunjung.
Perhatikan tiga hal utama dalam usaha warung makan. Kualitas yang terjaga, tempat yang resik serta pelayanan yang ramah. Bila tiga hal ini sudah terpenuhi, konsumen tentu tidak segan kembali bahkan akan memberikan promosi pada kenalan-kenalan mereka.

5. Toko Obat

Tak ada yang bisa menunda datangnya sakit. Kalau badan sudah tak nyaman, mau tidak mau, suka tidak suka, berapapun harga sudah tak dirasa. Obat pasti dicari. Itu sebabnya, punya toko obat amat menjanjikan. Asalkan ada tempat, wilayah perumahan elite atau kampung padat pun jadi. Bahkan makin ramai penduduknya makin baik buat usaha toko obat.
Syarat utama untuk membuka toko obat, tentu harus ada izin yang bisa dikantongi oleh seorang, minimal, asisten apoteker. Syukur Alhamdulillah kalau Andalah si asisten apoteker itu. Kalau tidak, pilihannya adalah menggaji asisten apoteker (tidak disarankan untuk pengusaha pemula) atau meminjam (menyewa) izinnya.
Dalam hal ini, sang asisten apoteker cukup mendampingi usaha dan datang sesekali bila perlu. Sebab, obat-obat yang diperdagangkan pun hanya dari jenis obat bebas saja.

6. Bunga Hias
Punya hobi merawat tanaman, juga bisa memberi penghasilan yang lumayan. Hal ini sudah dibuktikan oleh Pak Sri Hartoyo dari Jalan Kukusan, Beji, Depok yang memiliki usaha jual beli tanaman hias. Bahkan, sebagai langkar awal, Anda cukup membeli tanaman jadi yang sudah dipasang dalam pot. Selain langsung dijual, tanaman hias ini bisa Anda regenerasi dengan cara dipecah dua atau dicangkok hingga tergandakan setelah 4 bulan. Usaha tanaman hias sangat baik bila berada di lokasi pinggir jalan utama. Bila tidak, Anda perlu menambah sedikit usaha ekstra dalam melakukan promosi.

7. Bisnis Basar Kue Kering
Bisnis kue kering memang identik dengan masa-masa panen di hari raya. Namun, bila serius melakoninya, pada bulan-bulan biasa pun setidaknya 100 toples kue bisa terjual. Ini dibuktikan sendiri oleh Ibu Sterna dari Duta Bintaro, Serpong Tangerang yang sudah enjoy berbisnis katering dan produksi kue kering. Kue-kue kering bisa dipasarkan dengan cara titip jual atau promosi dari mulut ke mulut. Bahkan diketahui cara kedua ini lebih efektif sehingga penjualan kue kering Ibu Sterna pun tak pernah surut. Bila Anda rasa pendapatannya tak begitu besar, lihat bahwa modal dan biaya operasionalnya pun kecil saja. Sambil bersendau gurau dengan keluarga, Anda bisa menguleni adonan juga memanggang. Tahu-tahu, 100 toples terhidang. Anda berminat ikuti jejaknya?

8. Bimbingan Belajar Privat
Lembaga bimbingan belajar memang banyak, tapi banyak pula anak didik yang lebih 'kena'bila diajar secara pribadi alias privat. Selain lebih terarah, fokus perhatian guru pun tidak terpecah. Situasi ini segera ditangkap Subekhi, alumnus D3 Fisika UI yang segera saja menjadikan bimbingan belajar privat sebagai sumber penghasilan.
Modal awalnya sangat kecil, karena tidak harus sekaligus ada, dan tak perlu pusing memikirkan kelas-kelas kursus atau gaji sekian banyak guru. Cukup mencari murid dan memasangkan dengan para guru lepas, penghasilan yang didapat dengan cara bagi hasil ini amat memadai. Apalagi, setiap murid yang memberi rekomendasi murid baru akan diberi komisi pula. Semakin banyak saja murid bisa di dapat. Subekhi "hanya" bisa mendapatkan 500 murid per semester. padahal ada belasan jutaan siswa SD, SMP, dan SMA di seluruh Indonesia. Sisanya mungkin milik Anda. Mengapa tidak mencobanya?

9. Fotografi
Punya ketrampilan fotografi jangan disia-siakan, karena bila dijadikan bisnis bisa jadi sumber penghasilan yang lumayan, sebagaimana ditekuni Jumari dari Berkah Foto Studio, Cengkareng, Jakarta Barat.
Modal awal yang dibutuhkan memang cukup besar bila ingin mendapatkan hasil maksimal. Namun, tak usah khawatir, banyaknya event seminar, reuni, pesta pernikahan, acara-acara perkantoran bisa membuat investasi Anda cepat kembali kok.

10. Produksi Dompet
Punya tak punya uang, tiap orang hampir selalu punya dompet. Bu Ida rupanya cukup jeli melihat kebutuhan masyarakat akan dompet ini. Makanya kejeliannya melihat dompet membuatnya memutuskan menjadi produsen dompet bahan parasut yang banyak dijajakan di hampir setiap setiap pasar, stasiun, terminal bahkan gelaran-gelaran kaki lima.
Cukup menggandeng dua penjahit tetap, ia mampu menyelesaikan produksi di rumahnya di Kampung Sumur, Klender, Jakarta Timur hingga mencapai 1500 lusin per bulan di kala orderan sedang meningkat. Tentu tak hanya dikerjakan dua pegawainya, melainkan dengan menggandeng pula penjahit borongan yang dipanggil sesuai banyaknya order pesanan.
Awalnya ia menawarkan dompet-dompet ini pada pedagang dan pemasok. Namun, seiring waktu, kini produk Akbar Mandiri, nama perusahaan Ida, sudah banyak dicari para pedagang dan konsumen. (Ummi edisi spesial Des-Jan '04)

SELAMAT MENCOBA.

Jumat, 28 November 2008

10 Kesalahan Pebisnis Pemula

Banyak orang yang tertarik berwirausaha dan segera mencobanya. Namun akhirnya banyak yang tak bertahan lama dan jadi patah semangat. Karenanya sebagai pebisnis pemula perlu menghindari hal-hal di bawah ini :

1. Kaya ide, miskin keberanian. Resep sukses para pebisnis adalah tidak ragu dalam memulai ide usaha. Setelah cocok dengan satu ide usaha, maka lakukanlah. Jika ditunda maka kesempatan akan hilang. jangan khawatir soal keterampilan yang diperlukan. Jika ada niat, maka Anda akan terampil dalam usaha itu dengan sendirinya.

2. Kurang memiliki "modal" sebagai enterpreneur. Modal di sini menurut Purdi E. Chandra (pendiri lembaga bimbingan belajar Primagama) adalah berani mimpi, berani mencoba, berani merantau, berani sukses dan berani gagal. Kesuksesan dan kegagalan usaha adalah pelajaran berharga buat enterpreneur.

3. Tidak mengenali konsumen. Apakah kita sudah cukup mengenali pelanggan produk atau jasa kita? Pebisnis yang baik harus tahu apa keinginan konsumen saat ini dan mendatang, bagaimana pola beli dan bagaimana konsumen memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Dengan pengetahuan ini Anda bisa berinovasi dan membuat produk yang bersaing.

4. Tidak berani bermimpi besar. Anda memang bukan Bill Gates bos Microsoft itu, atau Michael Dell pendiri Dell Computer. Tapi Anda bisa bermimpi seperti mimpi mereka. Banyaklah membaca biografi pengusaha sukses untuk memotivasi bisnis Anda.

5. Bingung menentukan usaha yang akan dijalani. Anda bisa memulainya dari hobby. Steve Geppi seorang tukang pos di Amerika telah berhasil memiliki toko tempat menjual komik lama dengan harga tinggi. Ini semua karena hobinya membaca komik. Jika Anda kreatif bisa jadi Anda bisa menjual limbah kertas koran menjadi barang berharga yang bisa diekspor seperti Lucy Gani Wijaya dari Yogyakarta.

6. Tidak memiliki strategi rencana pemasaran dan penjualan. Dengan rencana pemasaran Anda dapat memfokuskan sasaran produk atau jasa yang ingin Anda jual. Sedangkan rencana penjualan adalah peta nyata mengenai gambaran dari mana hasil penjualan datang, bagaimana caranya dan dari siapa. Dengan strategi ini usaha jadi bisa dikendalikan sesuai tujuan kita.

7. Mencampuradukkan modal usaha dan keuntungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ingatlah, kita harus membuat kas keuangan yang cukup baik walau sifatnya mungkin masih sederhana. Jangan lantas menggunakan modal dan keuntungan hasil usaha untuk kebutuhan kita sehari-hari. jika Anda terpaksa mengambil dari kas, maka anggaplah itu pinjaman yang harus segera dilunasi.

8. Ingin cepat mengharapkan hasil. jangan berharap terlalu cepat untuk mengharapkan hasil dari usaha yang baru dirintis. Hasilnya mungkin baru dapat kita rasakan beberapa bulan yang akan datang.

9. Senang berbisnis sendiri. Jika Anda memiliki niat mulia untuk membuka lapangan pekerjaan, kenapa tidak berani membayar tenaga orang untuk mengerjakan sebagaian tanggung jawab Anda jika usaha Anda mulai berkembang? Hal ini menguntungkan karena Anda bisa memikirkan memperluas bidang usaha dengan ide-ide Anda yang lain tanpa terbebani secara teknis bisnis yang sudah Anda mulai lebih dulu.

10. Kurang sungguh-sungguh dalam berbisnis. Hasil yang Anda terima sepadan dengan usaha yang telah Anda berikan. Nah, jangan harap hasil yang Anda terima akan besar jika Anda mengerjakan bisnis Anda dengan setengah hati. Kesungguhan adalah salah satu kunci kesuksesan. (Ummi edisi spesial des-jan '04)

Langkah Merintis Usaha

Bisnis itu seperti seni. Memerlukan ilmu, pengalaman dan naluri. Mendirikan usaha bisnis mudah, tetapi membangun sukses bisnis tidak mudah. Bisnis butuh ketekunan, komitmen moral, dan mental berjuang. Banyak orang ingin sukses bisnis dengan cara yang mudah, ringan dan sepele. Misalnya dengan memanfaatkan orang lain, nebeng ketenaran, tidak jujur dalam masalah hak dan kewajiban, serakah atau melakukan manipulasi.
Jika kita tidak ingin tertimpa kegelapan hidup yang menyengsarakan, maka semua perilaku tersebut harus dijauhi. Mungkin perhiasan dunia kelihatan indah dan nyaman, tetapi perhitungan disisi Allah sangat berat. Kita harus bisnis, tetapi juga perlu mengkaji akhlak saat berbisnis. Oleh karena itu, sebelum melakukan aktivitas bisnis atau usaha, marilah kita coba menggali beberapa langkah penting dalam merintis usaha.

a. Niat
Harus lurus dan benar. Bisnis akan sangat menguras waktu, tanaga dan pikiran, sehingga jika tidak dilandasi oleh niat yang benar tentu akan sia-sia dan akan mudah rontok di tengah jalan. Akan tetapi jika niatnya benar, disamping akan bernilai ibadah, bisnis yang kita lakukan juga insya Allah menjadi bagian dari jihad kita di jalan Allah.

b. Persiapan Wirausaha
- Banyak membaca
Bulatkan tekad dengan banyak membaca keutamaan bisnis dalam pandangan Allah. Atau carilah referensi sejarah Nabi maupun ulama yang berprofesi sebagai wirausahawan. Bacalah bagaimana karir bisnis Rasulullah Saw. yang telah beliau rintis sejak berusia muda. Perhatikan bagaimana cara Rasul berbisnis. Jadikan ia teladan bagi seluruh aktivitas bisnis yang kita lakukan.
- Miliki referensi kisah orang sukses
Mulailah untuk mencari referensi tentang kisah sukses pengusaha Muslim yang tangguh, jujur, cakap, dan kreatif, sehingga ia bisa dijadikan contoj wirausahawan yang benar-benar diridlai Allah. Pelajari pula bagaimana dia sukses dalam bisnisnya dengan tetap memegang teguh panji-panji Islam.
- Mencari rujukan pengusaha sukses
Carilah rujukan pengusaha-pengusaha sukses. Pengusaha yang memulai usahanya dari dasar atau dari nol. Hal ini dilakukan sebagai bahan pembanding untuk mengetahui kiat sukses dalam membangun bisnisnya, sambil kita mencari rujukan benar-salahnya dalam syariat Islam. Usahakan agar semuanya selalu dikembalikan kepada al-Qur'an dan Sunnah.
- Ikuti pelatihan dan kursus
Pilih pelatihan yang benar-benar bisa mengarahkan kita secara efektif dalam memahami kewirausahaan. Untuk itu, mungkin akan lebih baik jika kita mencari pengajar yang memiliki pengalaman wirausaha yang teruji kemampuan serta kehandalannya. Hal ini penting, karena bekal ilmu yang hanya bersifat teoritis saja tidak cukup. Teladan nyata sebagai buah dari pengalaman yang teruji tentu akan lebih berkesan di memori kita.
- Praktikkan
Bersungguh-sungguhlah untuk mem-praktikkannya secara pribadi dalam mengarungi aneka aktivitas usaha kita di mana pun. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah melakukan magang atau praktek lapangan, karena dengan begitu kita bisa menyedot informasi aktual tentang bisnis dengan cepat.
- Miliki pengetahuan tentang bisnis
Bersamaan dengan itu banyaklah membaca tentang bisnis yang Islami maupun buku bisnis lainnya. Dan jangan segan untuk banyak bertanya kepada yang sudah berpengalaman, serta carilah lingkungan pergaulan yang mendukung kemampuan wirausaha kita.

c. Memulai Wirausaha
- Modal sendiri
Usahakan memulai wirausaha dengan menggunakan modal sendiri. jangan dulu meminjam modal dari pihak lain, apalagi dalam jumlah besar. Sebab jika bisnis kita ternyata mengalami hambatan dan akhirnya jatuh bangkrut, maka kita malah akan terjerat hutang. USahakan dengan menjual apa saja milik pribadi, namun tetap jangan terlalu besar dulu. Dengan mengoptimalkan apa yang dimiliki, selain akan semakin memperkuat tekad dan lebih membuat kita berhati-hati, juga akan membuat kita cermat dalam memutarkan modal yang ada.
- Mulai dari bawah
Persis seperti membangun sebuah bangunan kita harus sangat intensif memperhatikan kualitas pondasinya dan bersungguh-sungguh membangun pondasi dengan baik, karena pondasi kelak akan menentukan kekokohan bangunan. Jangan khawatirkan bengunannya bila pondasinya sudah sangat kokoh, mau dibuat variasi bagaimana pun akan menjadi sangat mudah. Berlainan halnya dengan rumah yang pondasinya buruk, seindah apapun variasi diatasnya, tetap saja akan ambruk berantakan. Oleh karena itu, jangan muluk muluk, mulailah dari yang kecil-kecilan, tetapi lakukan dengan sangat hati-hati dan benar manajemennya.
- Untung pertama
Hati-hati tergelincir dan tergiur sibuk dengan keinginan untung besar. Itu adalah jebakan mimpi dan tidak pada tempatnya. Terlebih lagi apabila berpengalaman saja belum, sudah menginginkan keuntungan besar. Untung pertama bagi kita adalah mempunyai kesempatan berpengalaman melakukan kegiatan usaha. Keuntungan lainnya adalah membangun pondasi kepercayaan bagi orang lain terhadap kita. Betapapun bisnis kita sangat pas-pasan atau bahkan tidak memperoleh keuntungan materi, namun jika kita semakin berpengalaman berarti kita sudah mendapatkan untung. Apalagi kalau orang lain semakin percaya kepada kita, maka itu adalah investasi yang sangat menguntungkan untuk langkah selanjutnya.

d. Nikmati Proses
Jangan serba tergesa-gesa ingin cepat sukses atau besar, karena setiap kesuksesan harus selalu diimbangi dengan perkembangan keilmuan, wawasan, dan sikap mental. jadi, sama sekali bukan kesuksesan ketika tiba-tiba mendapat keuntungan berlimpah jika pondasi diri kita belum siap. Oleh karena itu, nikmatilah proses, termasuk jatuh bangunnya. Karena tidak pernah ada kerugian bagi orang yang terus-menerus belajar memperbaiki diri. Kegagalan yang sesungguhnya adalah ketidakberanian berbuat sesuatu. Karenanya, nilai kenikmatan berwirausaha bukan terletak pada hasilnya, tetapi nikmati proses waktu demi waktu, episode demi episode. Sungguh, benar-benar menyenangkan menikmati proses pembangunan diri ini. Masalah keuntungan insya Allah akan mengikuti dengan sendirinya. (Etika Bisnis MQ oleh AA Gym).

Kamis, 27 November 2008

Menciptakan lapangan kerja sendiri yuk!

Akhir-akhir ini pemberitaan di media cetak maupun elektronik, diberitakan ribuan buruh di sejumlah daerah industri seperti Bandung, Surabaya, Jakarta di PHK secara besar-besaran. Sangat miris, dan memprihatinkan. Bayangkan saja bagaimana dengan nasib para buruh yang di PHK tersebut, ada anak bayi yang perlu susu, ada anak sekolah yang perlu biaya.. duh nggak kebayang betapa sulit kehidupan para buruh yang di PHK tersebut. Nah jangan putus asa, Alloh Maha Kaya yang tak kan pernah lelah memelihara kita, yang tak pernah lelah mendengar doa-doa kita. Ayo bangkit mencari rejeki Alloh, bumi ini luas seluas rejeki Alloh yang di tebar di seluruh dunia. Ayo ciptakan lapangan kerja sendiri, bangun jiwa enterpreneurship, niat kuat mencari rejeki dengan jalan usaha. Usaha apa aja yang menurut anda mampu menjalaninya, tapi ingat membangun usaha tidak seperti membalikkan telapak tangan, Ayo bangkit bersama, kita songsong masa depan yang cerah.

Kamis, 23 Oktober 2008

pulsamart

Motivator Bisnis