Bisnis itu seperti seni. Memerlukan ilmu, pengalaman dan naluri. Mendirikan usaha bisnis mudah, tetapi membangun sukses bisnis tidak mudah. Bisnis butuh ketekunan, komitmen moral, dan mental berjuang. Banyak orang ingin sukses bisnis dengan cara yang mudah, ringan dan sepele. Misalnya dengan memanfaatkan orang lain, nebeng ketenaran, tidak jujur dalam masalah hak dan kewajiban, serakah atau melakukan manipulasi.
Jika kita tidak ingin tertimpa kegelapan hidup yang menyengsarakan, maka semua perilaku tersebut harus dijauhi. Mungkin perhiasan dunia kelihatan indah dan nyaman, tetapi perhitungan disisi Allah sangat berat. Kita harus bisnis, tetapi juga perlu mengkaji akhlak saat berbisnis. Oleh karena itu, sebelum melakukan aktivitas bisnis atau usaha, marilah kita coba menggali beberapa langkah penting dalam merintis usaha.
a. Niat
Harus lurus dan benar. Bisnis akan sangat menguras waktu, tanaga dan pikiran, sehingga jika tidak dilandasi oleh niat yang benar tentu akan sia-sia dan akan mudah rontok di tengah jalan. Akan tetapi jika niatnya benar, disamping akan bernilai ibadah, bisnis yang kita lakukan juga insya Allah menjadi bagian dari jihad kita di jalan Allah.
b. Persiapan Wirausaha
- Banyak membaca
Bulatkan tekad dengan banyak membaca keutamaan bisnis dalam pandangan Allah. Atau carilah referensi sejarah Nabi maupun ulama yang berprofesi sebagai wirausahawan. Bacalah bagaimana karir bisnis Rasulullah Saw. yang telah beliau rintis sejak berusia muda. Perhatikan bagaimana cara Rasul berbisnis. Jadikan ia teladan bagi seluruh aktivitas bisnis yang kita lakukan.
- Miliki referensi kisah orang sukses
Mulailah untuk mencari referensi tentang kisah sukses pengusaha Muslim yang tangguh, jujur, cakap, dan kreatif, sehingga ia bisa dijadikan contoj wirausahawan yang benar-benar diridlai Allah. Pelajari pula bagaimana dia sukses dalam bisnisnya dengan tetap memegang teguh panji-panji Islam.
- Mencari rujukan pengusaha sukses
Carilah rujukan pengusaha-pengusaha sukses. Pengusaha yang memulai usahanya dari dasar atau dari nol. Hal ini dilakukan sebagai bahan pembanding untuk mengetahui kiat sukses dalam membangun bisnisnya, sambil kita mencari rujukan benar-salahnya dalam syariat Islam. Usahakan agar semuanya selalu dikembalikan kepada al-Qur'an dan Sunnah.
- Ikuti pelatihan dan kursus
Pilih pelatihan yang benar-benar bisa mengarahkan kita secara efektif dalam memahami kewirausahaan. Untuk itu, mungkin akan lebih baik jika kita mencari pengajar yang memiliki pengalaman wirausaha yang teruji kemampuan serta kehandalannya. Hal ini penting, karena bekal ilmu yang hanya bersifat teoritis saja tidak cukup. Teladan nyata sebagai buah dari pengalaman yang teruji tentu akan lebih berkesan di memori kita.
- Praktikkan
Bersungguh-sungguhlah untuk mem-praktikkannya secara pribadi dalam mengarungi aneka aktivitas usaha kita di mana pun. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah melakukan magang atau praktek lapangan, karena dengan begitu kita bisa menyedot informasi aktual tentang bisnis dengan cepat.
- Miliki pengetahuan tentang bisnis
Bersamaan dengan itu banyaklah membaca tentang bisnis yang Islami maupun buku bisnis lainnya. Dan jangan segan untuk banyak bertanya kepada yang sudah berpengalaman, serta carilah lingkungan pergaulan yang mendukung kemampuan wirausaha kita.
c. Memulai Wirausaha
- Modal sendiri
Usahakan memulai wirausaha dengan menggunakan modal sendiri. jangan dulu meminjam modal dari pihak lain, apalagi dalam jumlah besar. Sebab jika bisnis kita ternyata mengalami hambatan dan akhirnya jatuh bangkrut, maka kita malah akan terjerat hutang. USahakan dengan menjual apa saja milik pribadi, namun tetap jangan terlalu besar dulu. Dengan mengoptimalkan apa yang dimiliki, selain akan semakin memperkuat tekad dan lebih membuat kita berhati-hati, juga akan membuat kita cermat dalam memutarkan modal yang ada.
- Mulai dari bawah
Persis seperti membangun sebuah bangunan kita harus sangat intensif memperhatikan kualitas pondasinya dan bersungguh-sungguh membangun pondasi dengan baik, karena pondasi kelak akan menentukan kekokohan bangunan. Jangan khawatirkan bengunannya bila pondasinya sudah sangat kokoh, mau dibuat variasi bagaimana pun akan menjadi sangat mudah. Berlainan halnya dengan rumah yang pondasinya buruk, seindah apapun variasi diatasnya, tetap saja akan ambruk berantakan. Oleh karena itu, jangan muluk muluk, mulailah dari yang kecil-kecilan, tetapi lakukan dengan sangat hati-hati dan benar manajemennya.
- Untung pertama
Hati-hati tergelincir dan tergiur sibuk dengan keinginan untung besar. Itu adalah jebakan mimpi dan tidak pada tempatnya. Terlebih lagi apabila berpengalaman saja belum, sudah menginginkan keuntungan besar. Untung pertama bagi kita adalah mempunyai kesempatan berpengalaman melakukan kegiatan usaha. Keuntungan lainnya adalah membangun pondasi kepercayaan bagi orang lain terhadap kita. Betapapun bisnis kita sangat pas-pasan atau bahkan tidak memperoleh keuntungan materi, namun jika kita semakin berpengalaman berarti kita sudah mendapatkan untung. Apalagi kalau orang lain semakin percaya kepada kita, maka itu adalah investasi yang sangat menguntungkan untuk langkah selanjutnya.
d. Nikmati Proses
Jangan serba tergesa-gesa ingin cepat sukses atau besar, karena setiap kesuksesan harus selalu diimbangi dengan perkembangan keilmuan, wawasan, dan sikap mental. jadi, sama sekali bukan kesuksesan ketika tiba-tiba mendapat keuntungan berlimpah jika pondasi diri kita belum siap. Oleh karena itu, nikmatilah proses, termasuk jatuh bangunnya. Karena tidak pernah ada kerugian bagi orang yang terus-menerus belajar memperbaiki diri. Kegagalan yang sesungguhnya adalah ketidakberanian berbuat sesuatu. Karenanya, nilai kenikmatan berwirausaha bukan terletak pada hasilnya, tetapi nikmati proses waktu demi waktu, episode demi episode. Sungguh, benar-benar menyenangkan menikmati proses pembangunan diri ini. Masalah keuntungan insya Allah akan mengikuti dengan sendirinya. (Etika Bisnis MQ oleh AA Gym).
Jumat, 28 November 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar